JAKARTA - Ketua Umum Forum Koordinasi Penegakan Hukum (Forkogakum), Dr. Tasrif M. Saleh, SH., MH., mengapresiasi langkah tegas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam memperkuat pemberantasan peredaran narkoba di berbagai wilayah Indonesia sebagai sinyal kuat bahwa Polri menempatkan perlindungan masyarakat dan pemberantasan kejahatan narkotika sebagai prioritas penegakan hukum.
Apresiasi Forkogakum ini sejalan dengan visi Polri Bersama Masyarakat yang diusung Jenderal Suyudi sejak menjabat sebagai Kapolri. Visi tersebut menempatkan kepolisian bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, melainkan juga sebagai institusi yang harus hadir di tengah masyarakat, merespons keresahan publik, dan membangun rasa aman melalui tindakan nyata seperti pemberantasan narkoba.
“Gebrakan pemberantasan narkoba Kapolri Jenderal Suyudi sebagai wujud kongkret Visi Polisi Bersama Masyarakat. Karena peredaran narkoba bukan sekadar persoalan tindak pidana, melainkan ancaman terhadap keselamatan masyarakat, masa depan generasi muda, dan ketahanan sosial bangsa” kata Ketua Umum Forkogakum, Dr. Tasrif M Saleh, SH MH dalam keterangan tertulisnya Sabtu 24 Oktober 2026.
Akademisi Universitas Jaya Baya ini membeberkan bahwa saat ini Polri sangat intens melakukan operasi gabungan lintas instansi dalam memberantas narkoba. Minggu ini aja Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, unsur kepolisian perairan, serta Polda Sumatera Utara itu menggagalkan menyelundupan 1.16 ton Ketamin oleh kapal MT Global 168 di Belawan, Sumatera Utara.
Selang beberapa hari, atau tepatnya 22 Oktober 2026 Tim gabungan BNN-Polri Bea Cukai membongkar sebuah rumah toko (ruko) di Kabupaten Pidie, Aceh sebagai pabrik laboratorium gelap atau clandestine laboratory pembuatan narkotika jenis sabu. Tim Gabungan tersebut menyita alat produksi narkotika, serta 1,2 ton sabu berbentuk cair dan kristal.
Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat konfrensi Pers di Medan 23 Oktober 2028 kemarin, keberhasilan dalam gebrakan untuk memberantas narkoba sebagai kado 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo, “ini kado terindah 2 tahun pemerintahan Bapak Prabowo,” kata Kapolri Jenderal Suyudi saat pidato konferensi pers, Jum’at 23 Oktober 2026 kemarin.
Sementara itu, Tasrif menegaskan keberhasilan ini sebagai contoh pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika saat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sehingga keberhasilan operasi laut diikuti penguatan pengawasan hingga pencegahan peredaran narkotika di dalam negeri secara terukur.
“Bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pengungkapan ini menjadi contoh pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Tantangan berikutnya adalah memastikan keberhasilan operasi laut diikuti penguatan pengawasan jalur penyelundupan, penelusuran jaringan internasional, dan pencegahan peredaran narkotika di dalam negeri,” pungkasnya.
Narasumber : Dr. Tasrif M. Saleh, SH., MH
Editor : H Rizkan / Nofis


Social Header