EMPAT LAWANG pasmah air keruh— Keberadaan instalasi trafo milik PLN yang berdiri di lingkungan SDN 2 Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, kini menjadi sorotan dan kekhawatiran warga, guru maupun orang tua murid. Selain masalah posisi yang dekat dengan area aktivitas siswa, muncul pula pertanyaan terkait riwayat pemindahan lokasi instalasi tersebut.
Berdasarkan keterangan warga, trafo tersebut dulunya terpasang di sekitar tiang dekat rumah warga bernama Markoni, lalu dipindahkan ke lokasi yang kini berada di wilayah lingkungan sekolah.
“Dulu trafo itu ada di dekat tiang rumah Pak Markoni. Kenapa sekarang bisa pindah ke sekolah?” — ungkap salah satu warga yang mempertanyakan kejelasan proses dan dasar pemindahan itu.
Warga menuntut PLN memberikan penjelasan secara terbuka: kapan pemindahan dilakukan, apa alasan teknis maupun administratifnya, siapa yang mengusulkan lokasi baru, serta apakah penempatan di lingkungan pendidikan ini sudah melalui kajian teknis lengkap dan memenuhi seluruh standar keselamatan ketenagalistrikan yang berlaku.
Kekhawatiran semakin kuat karena lokasi tersebut setiap hari dipenuhi siswa, tenaga pendidik dan warga sekolah. Guru serta orang tua murid menegaskan mereka tidak menolak pelayanan listrik, namun sangat mengkhawatirkan aspek keamanan.
“Bukan berarti kami menolak adanya listrik. Yang kami khawatirkan adalah keselamatan anak-anak. Kami berharap PLN turun langsung mengecek apakah posisi dan pengamanan trafo tersebut sudah sesuai standar,” — ujar salah satu perwakilan orang tua murid.
Mereka meminta PLN segera melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memindahkan travo tersebut menjauh dari sekolah untuk keselamatan semua siswa, mulai dari kondisi trafo, tiang penyangga, jaringan kabel, sistem pembumian, kelengkapan tanda peringatan bahaya, hingga pengamanan agar tidak mudah dijangkau. Hal ini merujuk pada Permen ESDM Nomor 10 Tahun 2021 tentang Keselamatan Ketenagalistrikan, yang mewajibkan setiap instalasi listrik memenuhi syarat keselamatan demi melindungi nyawa dan keselamatan masyarakat.
Masyarakat juga menekankan agar tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan baru bertindak. Apabila ditemukan kekurangan, maka segera dilakukan perbaikan, pemasangan pagar pengaman, pembatas, atau penataan ulang agar benar-benar aman.
“Keselamatan murid harus menjadi prioritas. Kami meminta PLN memberikan kepastian bahwa keberadaan trafo tersebut benar-benar aman bagi siswa, guru dan seluruh warga sekolah,” — harap warga.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu tanggapan resmi serta penjelasan terbuka dari PT PLN (Persero) dan instansi terkait mengenai status kelayakan teknis dan keamanan instalasi tersebut.
Narasumber : Ibu Deti Kepsek SDN 2 Paiker dan semua orang tua siswa


Social Header