Breaking News

PETANI KOPI LIWA - MENJERIT, HAMA KUTU MERAJALELA, PPL DAN DINAS DINILAI MENGHILANG


LIWA, LAMPUNG BARAT / 19 september 2026,Ribuan hektare kebun kopi robusta di perbukitan Bukit Barisan mulai dari Liwa, Lampung Barat hingga sumber jaya terancam gagal panen. Penyebabnya: serangan hama kutu yang merajalela dalam 2 bulan terakhir.

Petani menyebutnya *kutu hijau, kutu dompolan, dan kutu kebul*. Hama ini menggerombol di bawah daun, ranting muda, dan dompolan buah. Cara kerjanya menghisap cairan tanaman hingga daun menguning, mengering, lalu gugur. Buah yang masih muda ikut rontok. Yang bertahan, bijinya hitam dan bermutu rendah.

> "Dulu paling kena penggerek buah (PBKo) 20-30%, sekarang kutu ini yang parah. Satu ranting bisa ratusan ekor. Kalau kita buka, di bawahnya putih-putih semua. Kopi rontok sebelum merah," keluh salah satu petani (48), petani kopi di Pekon Kota besi, Sabtu (19/9/2026).

> "Cuaca kering begini makin jadi. Semut gramang datang, kutu makin subur. Kami sudah coba semprot air, tapi balik lagi," tambah petani lain, keluhan masyarakat

 hingga kini belum ada tindakan nyata dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan dinas terkait.

"Kami butuh bukan sekadar sosialisasi. Kami butuh solusi di lapangan. Mana insektisida nabati? Mana jamur _Lecanicillium lecanii_ atau _Beauveria bassiana_ yang katanya bisa bunuh kutu sampai 90%? Mana perangkap? Jangan pas panen saja datang foto-foto, serangan hama di Lampung Barat memang tinggi karena petani belum sepenuhnya menerapkan Good Agricultural Practices dan minim pendampingan. Padahal, pengendalian yang benar tidak bisa asal semprot kimia, harus PHT - Pengendalian Hama Terpadu:

*TUNTUTAN PETANI:*

1.  Dinas Perkebunan dan Dinas Pertanian Lampung Barat  segera turun ke kebun, bukan hanya di kantor.
2.  PPL aktif lakukan pengamatan wilayah
3.  Bantuan obat hama ramah lingkungan dan subsidi untuk petani kecil.

"Kopi adalah harga diri kami. Kalau kopi mati, anak sekolah bagaimana? Kami harap minggu depan ada tim PPL dan dinas yang datang bawa solusi, bukan janji," 

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perkebunan Lampung Barat belum memberikan keterangan 

Lampung barat 19 september 2026
(Barnian)
© Copyright 2022 - JEJAKKASUSGROUP.CO.ID