JEJAK KASUS GROUP - LAHAT
Pemkab Lahat menggelontorkan anggaran Rp 5.5 milyar dengan membentuk tim pengawas independen untuk menjaga kualitas dan mutu seluruh pekerjaan proyek pembangunan fisik di Kabupaten Lahat.
Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi serta mencegah potensi masalah dalam pelaksanaan tender maupun pengerjaan proyek di daerah.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lahat kepada awak media, Rabu (05/07/26).
Tim pengawas independen yang dibentuk melibatkan sekitar 20 orang tenaga ahli senior, yang terdiri dari para profesional berpengalaman di bidang sipil, arsitektur, hingga pembangunan, dengan rata-rata usia di atas 60 tahun.
"Mudah-mudahan mereka ini tidak tergiur dengan hal-hal lain. Orang-orang usia 60 tahun ke atas biasanya lebih mengingat akhirat, sehingga ini akan memperbaiki mutu pekerjaan, namun saya juga akan ikut turun dan tak ingin menerima laporan diatas meja" ujar Bupati Lahat.
Dengan keterlibatan para senior yang memiliki integritas tinggi, Bupati Lahat berharap pengawasan proyek dapat berjalan lebih objektif dan independen, tanpa intervensi pihak mana pun.
Kebijakan ini juga berkaca dari pengalaman sebelumnya, di mana ditemukan kendala pada sejumlah proyek akibat kontraktor yang kerap memecah pekerjaan (sub-kontrak) tanpa koordinasi yang baik, hingga berujung pada penurunan kualitas pekerjaan.
"Ke depan, saya menegaskan pentingnya peran serta dukungan dari pihak perbankan dalam menjamin kontrak kerja. Dengan adanya jaminan kontrak dan pengawasan ketat, setiap potensi masalah di lapangan dapat segera dilaporkan dan ditangani secara preventif bersama kepala daerah maupun pihak berwenang," terang Bupati Lahat.
Melalui langkah pengawasan baru ini, Pemkab Lahat optimis pelaksanaan ribuan paket proyek di Lahat dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan tepat mutu demi kepentingan masyarakat luas.(Bambang MD)


Social Header