Breaking News

MEDIA JEJAK KASUS GRUP DIHUBUNGI ORANG TUA MAHASISWA KKN DI NTT, UNGKAP KONDISI DI LOKASI GEMPA

NTT — Media Jejak Kasus Grup menerima informasi langsung dari orang tua salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT).
Orang tua mahasiswa tersebut menghubungi awak media karena merasa khawatir dengan kondisi anaknya bersama 27 mahasiswa KKN UMY lainnya yang berada di lokasi setelah wilayah Flores dan sekitarnya diguncang gempa serta mengalami sejumlah gempa susulan.

Para mahasiswa yang sebelumnya berfokus pada pengabdian kepada masyarakat kini turut menyesuaikan kegiatan mereka menjadi aksi tanggap bencana. Mereka ikut membantu masyarakat terdampak, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan darurat dan kegiatan kemanusiaan di lokasi.

Ribuan Gempa Susulan
Berdasarkan data BMKG yang disampaikan dalam informasi sebelumnya, gempa utama yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 tercatat berkekuatan M7,7. Gempa tersebut kemudian diikuti ribuan gempa susulan.
Hingga 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 2.768 gempa susulan dengan magnitudo antara M1,1 hingga M6,2. Dari jumlah tersebut, terdapat 24 gempa susulan bermagnitudo di atas M5 dan 81 gempa yang dirasakan masyarakat.

Situasi tersebut membuat masyarakat dan mahasiswa yang berada di lokasi harus tetap waspada.
Kebutuhan Masih Terbatas
Menurut informasi yang diterima Media Jejak Kasus Grup dari orang tua mahasiswa, kondisi kebutuhan di lokasi masih menjadi perhatian.

Obat-obatan, makanan, pakaian, perlengkapan kesehatan, serta kebutuhan dasar lainnya masih sangat dibutuhkan. Dalam beberapa hari terakhir, sebagian mahasiswa KKN juga dilaporkan mengalami sakit.
Keterbatasan obat-obatan dan fasilitas medis menjadi salah satu kekhawatiran keluarga. Sejumlah warga juga membutuhkan penanganan kesehatan akibat dampak gempa, sementara kondisi fasilitas di daerah pelosok tidak selalu memadai.

Mahasiswa KKN UMY bersama relawan lainnya tetap berupaya membantu masyarakat, meskipun mereka sendiri menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar.

Bantuan Muhammadiyah
Dukungan kemanusiaan telah diberikan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) serta jaringan Muhammadiyah. Bantuan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak sekaligus mendukung mahasiswa yang berada di lokasi.
Respons kemanusiaan juga diperkuat dengan keterlibatan jaringan Muhammadiyah di wilayah Manggarai Timur, termasuk dukungan kesehatan, distribusi makanan dan mobilisasi relawan.
Namun, berdasarkan informasi yang diterima awak media dari keluarga mahasiswa, kebutuhan di lapangan masih cukup besar dan bantuan masih diperlukan secara berkelanjutan.
Kekhawatiran Orang Tua
Kekhawatiran orang tua semakin meningkat karena anak-anak mereka berada jauh dari keluarga dan saat ini tidak hanya menjalankan tugas KKN, tetapi juga ikut membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi pascabencana.

“Informasi ini kami sampaikan karena kami sebagai orang tua sangat khawatir dengan kondisi anak-anak di sana. Mereka juga membutuhkan makanan, obat-obatan dan kebutuhan lainnya,” demikian keterangan orang tua mahasiswa kepada awak Media Jejak Kasus Grup.
Para orang tua berharap pihak kampus, pemerintah, Muhammadiyah, lembaga kemanusiaan dan berbagai pihak lainnya dapat terus memantau kondisi mahasiswa serta memastikan kebutuhan dasar dan keselamatan mereka tetap menjadi perhatian.

Keberadaan 27 mahasiswa KKN UMY di pelosok NTT kini bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik. Mereka berada di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana dan ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan.

Media Jejak Kasus Grup akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kampus, mahasiswa di lokasi, pemerintah daerah, serta pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan berimbang.

Para mahasiswa diharapkan tetap mendapatkan perlindungan, makanan yang cukup, obat-obatan, akses layanan kesehatan, pakaian, serta kebutuhan dasar lainnya selama menjalankan tugas pengabdian dan kemanusiaan di wilayah bencana. (Syafri)
© Copyright 2022 - JEJAKKASUSGROUP.CO.ID