Jakarta, Polemik hutang Negara yang selangit bukan tanggungjawab masyarakat kecil yang putaran ekonominya hidup untuk sepiring nasi. Bila pajak ditujukan kepada perusahaan berpenghasilan milyaran maka hal tersebut wajar menurut Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH
Negara Indonesia mau punya hutang sampai seluruh jagad berpuluhan ribu trilyun maka itu adalah urusan dapur negara tetapi jangan bebankan ke pundak masyarakat kecil yang berpenghasilan receh tiap hari dan asal bisa makan pagi dan sore.
Bila dari pemerintah menggenjot pajak ke beban masyarakat berpenghasilan receh itu adalah kebijakan membuka runtuhnya kepercayaan publik kepada pemangku kuasa saat ini.
Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media bahwa Ide menggenjot pajak adalah cara keliru yang di ucapkan oleh orang bodoh yang merasa pintar sendiri dan tidak melihat situasi saat ini dimana kondisi untuk bisa makan sehari hari saja sudah kritis masyarakat berpenghasilan receh.
Padahal masih ada solusi lain yang tidak perlu mamanfaatkan kenaikan pajak untuk masyrakat berpenghasilan receh.
Mengukur kekuatan ekonomi Indonesia saat ini sangat bisa di kembangkan menjadi sangat kuat dengan upaya pemerintah menyatukan satu pintu export impor dan mengendalikan penjualan kekayaan yang berlimpah milik Indonesia.
Sikap para elit yang mau menyusahkan rakyat sama saja menuai amarah rakyat. Sebaiknya pulang kampung saja para elit yang berniat naikan genjot pajak dan tidak berprestasi di bidangnya. Jangan jadi wakil rakyat.
Sangat Besar Hutang Negara keluar negeri memang harus dibayar lunas minimal dicicil tapi upaya membayar hutang melalui apapun itu judul lagunya hendaknya targetnya pengusaha multi dunia luar negeri atau kelas kakaplah pengusaha menengah keatas apalagi yang dikenakan kenaikan pajak. Tolong yang sudah kewajiban tetap jangan lagi dirubah ditingkatkan karena itu akan mematikan buat mereka tooh kelas dunia kakap. Jangan masyarakat kecil yang berpenghasilan receh yang dibebankan kenaikan Pajak Besar dan cukup pengusaha besar itulah yang di utak atik baru benar namanya, pertimbangan pentingnya jangan sampai pada pindah ke LN para pengusaha di Indonesia akibat pajak yang menjadi HOROR ujar Profesor Sutan Nasomal SH MH Pakar hukum internasional,
Ekonom Di kantor
Nya markas pusat partai oposisi Merdeka Jakarta 15/6/2026 via telpon selulernya
Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH


Social Header