Breaking News

Tragis !!! Duel Siswa SMPN 2 Sumberlawang, Korban Alami Luka Serius di Kepala dan Dada Sehingga Wafat


SUARA DAERAH SRAGEN SRAGEN –Tragedi Selasa kelabu  penyebab kematian Wisnu Adi Prasetyo, 16, pelajar SMPN 2 Sumberlawang yang tewas usai terlibat duel maut Selasa 7/4/2026 mulai memasuki babak baru. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen resmi turun tangan untuk menyisir Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mencari titik terang motif dan kronologi kejadian.


Pantauan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, suasana haru masih menyelimuti ruang jenazah. Wisnu, yang diketahui merupakan siswa kelas VIII, kini tengah menjadi fokus penyelidikan kepolisian. 

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Agus Yudho Praseno, tampak hadir langsung untuk mengawal proses awal penyelidikan.
"Saya baru mau ke TKP ini untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar AKP Agus Yudho saat dikonfirmasi di RSUD Sragen.

Pihaknya menegaskan bahwa kepolisian sedang bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang masuk. Meski demikian, Agus meminta semua pihak bersabar karena timnya bersama Polsek Sumberlawang masih mengumpulkan bukti-bukti fisik maupun keterangan saksi di lapangan.

"Kami sedang melakukan langkah-langkah penyelidikan. Belum saatnya disampaikan secara detail kepada teman-teman media. Mohon bersabar dulu, kita tindak lanjuti laporan yang ada," imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala SMPN 2 Sumberlawang, Agung Jatmiko, memberikan keterangan tambahan terkait sosok korban dan pelaku inisial DTP. Menurutnya, pertemuan maut di kamar mandi sekolah tersebut melibatkan siswa yang duduk di bangku kelas delapan. Selama ini, hubungan antarsiswa di sekolah tersebut dinilai berjalan normal sebagaimana lingkungan pendidikan pada umumnya.

Terkait penyebab pasti kematian, apakah akibat benturan benda tumpul atau serangan fisik tertentu, Agung mengaku tidak ingin berspekulasi. Ia memilih menyerahkan sepenuhnya kepada hasil autopsi medis dan penyelidikan kepolisian.

"Saya kurang tahu persis kalau soal itu. Tadi begitu mendapat kabar, saya langsung melapor ke dinas dan diminta segera merapat ke rumah sakit untuk mendampingi keluarga," jelas Agung.

Hingga Selasa sore, tim UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sragen masih tampak berada di lokasi untuk memberikan pendampingan psikologis kepada pihak terkait, mengingat kasus ini melibatkan pelaku yang juga masih berstatus anak di bawah umur. Proses olah TKP di lingkungan sekolah pun dijaga ketat guna kepentingan penyidikan.

Jurnalis Wahono
© Copyright 2022 - JEJAKKASUSGROUP.CO.ID