Bengkulu 13 April 2026. Sejumlah aktivis yang tergabung dalam organisasi masyarakat Garbeta dan Yayasan Lingkungan Hidup Semangat Bersama menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Senin (13/4/2026).
Aksi tersebut diikuti massa dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu, di antaranya Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, dan Bengkulu Utara. Mereka menyuarakan berbagai dugaan pelanggaran hukum, mulai dari kasus korupsi hingga persoalan lingkungan hidup yang melibatkan perusahaan perkebunan dan pertambangan.
Koordinator lapangan yang juga Ketua Ormas Garbeta, Dedi Mulyadi, mengatakan bahwa aksi ini bertujuan mendorong aparat penegak hukum agar serius menindaklanjuti laporan masyarakat.
“Kami datang untuk menyampaikan berbagai dugaan pelanggaran hukum agar segera diusut tuntas, sehingga Bengkulu bisa bersih dari praktik korupsi,” ujarnya.
Dalam orasinya, Ishak Burmansyah menegaskan agar Kejati Bengkulu tidak tebang pilih dalam penegakan hukum, khususnya terhadap pejabat maupun pelaku usaha yang diduga melanggar aturan.
Enam Tuntutan Aktivis
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan enam tuntutan utama kepada Kejaksaan Tinggi Bengkulu, yaitu:
Mendesak pengusutan dugaan korupsi dan penggunaan material ilegal pada proyek pengaman badan jalan oleh BPBD Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2025, pada ruas Air Dingin–Muara Aman di Kabupaten Lebong.
Meminta penyelidikan dugaan korupsi proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Air Ketahun di Kabupaten Lebong dengan anggaran lebih dari Rp36 miliar.
Mendesak penindakan terhadap Direktur PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) atas dugaan kejahatan kehutanan dan lingkungan di kawasan HPK Urai Serangai, Bengkulu Utara.
Meminta pengusutan tambang batu bara ilegal PT. RSM di Bengkulu Tengah, termasuk penangkapan pihak pembeli dan penyitaan alat angkut.
Mendesak pengusutan anggaran revitalisasi SMK 1 Lebong Tengah dan SMA Negeri 4 Topos di Kabupaten Lebong.
Meminta pengusutan dugaan perambahan kawasan hutan produksi oleh PT. Sandabi Indah Lestari seluas sekitar 750 hektare tanpa izin selama puluhan tahun.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat keamanan. Para aktivis berharap seluruh laporan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti secara transparan dan profesional oleh pihak Kejaksaan.
Narasumber :
Ketua Ormas Garbeta, Dedi Mulyadi dan
Ishak Burmansyah


Social Header