Breaking News

MENANTI NYALI KAJARI BARU UJIAN SESUNGGUHNYA ADA DI EMPAT LAWANG


Pergantian kepala kejaksaan negeri kerap disambut dengan harapan. Namun publik sudah terlalu sering dikecewakan oleh seremoni jabatan yang tak berbanding lurus dengan keberanian bertindak.

Kini, Yuli Andri datang ke Empat Lawang dengan rekam jejak yang tidak bisa dianggap remeh. Ia bukan jaksa karbitan. Kariernya ditempa dari bawah, perkara demi perkara, dari yang kecil hingga kelas kakap. Deretan kasus korupsi yang pernah ditanganinya menjadi bukti bahwa ia paham bagaimana “membongkar” kejahatan yang rapi disembunyikan.

Tapi satu hal yang perlu diingat: rekam jejak bukan jaminan keberanian di tempat baru.
Empat Lawang bukan sekadar wilayah kerja. Ia adalah ruang ujian. Di daerah seperti ini, persoalan hukum sering kali tidak berdiri sendiri. Ia berkelindan dengan kekuasaan, relasi politik, dan kepentingan yang tak kasat mata.

Di sinilah publik akan benar-benar melihat: apakah ketegasan itu tetap utuh, atau perlahan menyesuaikan diri.
Selama ini, ada keresahan yang tidak bisa ditutup-tutupi. Masyarakat sering melihat hukum tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Kasus kecil bergerak cepat, sementara perkara besar justru seperti berjalan di tempat—atau lebih parah, menghilang tanpa jejak.
Institusi penegak hukum, termasuk kejaksaan, tidak bisa terus bersembunyi di balik alasan teknis. Publik tidak butuh penjelasan yang berputar-putar. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata.Karena itu, kehadiran Yuli Andri seharusnya bukan sekadar pergantian pejabat. Ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa hukum masih punya keberanian.

Pertanyaannya sederhana
berani atau tidak menyentuh yang “tak tersentuh”?
Jika hanya berani pada perkara yang aman, maka tidak ada yang benar-benar berubah. Tapi jika berani menembus batas-batas kepentingan, maka kepercayaan publik bisa perlahan dipulihkan.
Empat Lawang tidak kekurangan aturan. Yang kurang adalah konsistensi dalam menegakkan aturan itu sendiri.

Yuli Andri punya modal pengalaman, reputasi, dan rekam kerja. Namun di atas semua itu, ada satu hal yang jauh lebih menentukan—nyali.
Karena pada akhirnya, sejarah tidak mencatat siapa yang menjabat.
Sejarah mencatat siapa yang berani.(Syafri)
© Copyright 2022 - JEJAKKASUSGROUP.CO.ID