Kabupaten Bogor — Warga Kampung Cibeureum, RT 02 RW 04, Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, mengeluhkan banjir yang merendam permukiman mereka pada Rabu, 15 April 2026.
Peristiwa ini diduga berkaitan dengan pembangunan Perumahan Grand Dramaga City di sekitar wilayah tersebut.
Banjir terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan itu, sedikitnya empat rumah warga dilaporkan terdampak, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa banjir baru terjadi setelah adanya pembangunan perumahan.
Mereka menduga penyempitan dan tersumbatnya saluran irigasi menjadi penyebab utama air meluap hingga ke permukiman.
Salah satu warga terdampak mengungkapkan bahwa sebelumnya wilayah tersebut tidak pernah mengalami banjir, bahkan saat hujan deras sekalipun ia menuturkan bahwa kondisi berubah setelah proyek pembangunan dimulai.
“Biasanya tidak pernah banjir meski hujan deras. Namun setelah ada pembangunan perumahan, sudah dua kali terjadi banjir,” ujarnya.
Warga lain juga mengeluhkan kerugian materi akibat kejadian tersebut, sejumlah barang elektronik dan perabot rumah tangga dilaporkan rusak karena terendam air.
“Motor saya mogok, mesin cuci rusak, mesin air mati, lemari dan kasur juga basah terendam,” jelasnya.
Masyarakat berharap pihak pengembang segera turun tangan untuk memberikan solusi agar banjir tidak kembali terjadi.
Mereka khawatir kondisi serupa akan terulang, mengingat saat ini masih memasuki musim hujan.
Selain itu, warga juga meminta perhatian dari pemerintah setempat untuk melakukan pengecekan saluran air serta memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik demi mencegah dampak yang lebih luas di kemudian hari. **Red


Social Header