Bogor – Polemik rekrutmen tenaga kerja di Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan. Warga mempertanyakan klaim manajemen PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang menyebutkan lebih dari 500 warga Desa Bantarjati telah bekerja di perusahaan tersebut.
Dalam pertemuan pada tanggal 2 maret 2026 dengan perwakilan masyarakat, pihak perusahaan menyampaikan angka tersebut, namun tidak disertai data rekapitulasi resmi dengan alasan kebijakan internal perusahaan.
Perwakilan warga Desa Bantarjati, Indra Purnama dan Edi Kurniawan, menegaskan bahwa masyarakat tidak meminta data pribadi karyawan, melainkan hanya data agregat sebagai bentuk transparansi.
“Kami tidak meminta nama atau data pribadi siapa pun. Kami hanya ingin kejelasan jumlah tenaga kerja lokal agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Warga menilai, keterbukaan informasi dalam bentuk jumlah dan persentase tenaga kerja lokal penting untuk menjaga kondusivitas sosial serta memastikan bahwa keberadaan perusahaan benar-benar memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Secara hukum, perusahaan memang berhak menjaga kerahasiaan data pribadi karyawan sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Namun, penyampaian data dalam bentuk rekapitulasi umum tanpa identitas personal tidak melanggar ketentuan tersebut.
Masyarakat berharap ada komunikasi yang lebih terbuka dan profesional antara perusahaan dan lingkungan sekitar, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan ketegangan sosial.
Hingga berita ini diturunkan, warga menyatakan tetap mengedepankan jalur dialog dan berharap manajemen perusahaan dapat memberikan penjelasan resmi guna menjaga hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.
Narasumber : Indra Purnama dan Edi
Editor : Aceng Sumantri SH


Social Header