Bandar Agung 13 APRIL2026– Proyek pembangunan jembatan di dusun dua pulau tengah Desa Bandar Agung yang hingga kini belum juga tuntas, memaksa warga setempat mengambil inisiatif secara swadaya agar jembatan tersebut tetap bisa dilalui dan siapa saja warga yang melintas agar tidak jatuh ke sungai.
Kondisi jembatan yang dibangun tahun 2025 tersebut dikatakan mangkrak cukup lama dinilai sangat menghambat aktivitas masyarakat, terutama bagi petani dan warga yang harus melintas setiap hari. Karena tidak ada kepastian penyelesaian proyek, warga akhirnya bergotong royong melakukan perbaikan dengan cara swadaya masyarakat.
Perbaikan dilakukan dengan menggunakan bahan sederhana seperti papan kayu dan material yang tersedia, guna memastikan keselamatan pengguna jalan. Meski demikian, kondisi jembatan masih jauh dari kata layak dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Salah satu warga barnama ical mengatakan, langkah swadaya ini dilakukan karena kebutuhan mendesak. “Kalau tidak kami perbaiki sendiri, kami tidak bisa lewat kami sangat was was kalau lagi musim hujan seperti ini air sungai sangat deras dan keselamatan kami .karena Ini akses utama warga,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut agar aktivitas masyarakat tidak ketakutan pada saat pulang pergi beraktivitas di perkebunan.
Selain itu, masyarakat juga meminta adanya pengawasan terhadap proyek pembangunan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari seperti ini.
Pada hari ini kami SWADAYA sudah mengumpulkan uang dari masyarakat sekitar 8 juta untuk membeli barang yang kami perlukan dan juga sewa alat berat semampu kami dengan anggaran dari swadaya tersebut ucap pak Ical saat di lokasi gotong royong.
Narasumber : Ical
Jurnalis : Syafri


Social Header