Breaking News

MASYARAKAT DESA PERMU KELUHKAN AIR MASUK KE AREA PEMAKAMAN AKIBAT DRENASE

  
Kepahiang, 15 Mei 2026 — Miris, kawasan pemakaman di Desa Permu yang selama puluhan tahun tidak pernah kemasukan air, kini setiap hujan justru tergenang akibat aliran dari saluran siring yang diduga dibangun tidak maksimal.
Air disebut masuk melalui area timbangan perhubungan yang saat ini sudah tidak terawat.

Kondisi tersebut membuat aliran air dari drainase mengarah langsung ke kawasan pemakaman warga.
Warga menilai pembangunan siring tersebut dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai harapan, padahal anggaran pembangunan disebut menelan biaya hingga miliaran rupiah. 
Akibatnya, keberadaan drainase dinilai tidak memberikan manfaat, bahkan menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Masyarakat Desa Permu mengeluhkan masuknya air ke area pemakaman setiap kali hujan turun. Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi segera turun tangan untuk meninjau langsung kondisi siring yang berada di dekat timbangan Desa Permu.
Warga juga meminta adanya perbaikan drainase agar aliran air tidak lagi masuk ke kawasan pemakaman dan menimbulkan keresahan masyarakat.

Saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan WhatsApp, Kabid Perkim PUPR Kepahiang bapak Bambang  menyampaikan "bahwa kondisi drainase sebenarnya sudah baik, namun menurutnya masih kurang kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air.
“Drainase sudah bagus, cuma kesadaran masyarakat yang kurang, masih buang sampah ke siring jadi tersumbat. Coba dibersihkan dan gotong royong, saya kira beres urusan,” ujarnya. Berbeda dengan aduan masyarakat bahwa memang kapasitas penampungan air yang tidak bisa menyerap air hujan sehingga banjir.

Dalam akhir percakapan, ia juga menyarankan agar masyarakat berkoordinasi terlebih dahulu dengan kepala desa guna mencari solusi bersama demi kepentingan warga.
“Menurut saya alangkah baiknya kalau ketemu dulu dengan kades supaya ada solusi dari pihak desa. Apakah masyarakat bisa gotong royong membersihkan rumput dan sampah yang menutup irigasi tersebut, supaya air tidak masuk ke kuburan dan naik ke jalan,” tambahnya.

Bahkan Kabid perkim meminta untuk Komonikasi dengan pihak SDA pupr.
Pada permasalah pemakaman terendam air masyarakat meminta Bupati Kepahiang ZURDINATA S.IP untuk memindahkan saluran air ke wilayah yang tidak melewati pemakaman karena tidak mampu lagi menampung air hujan. Memang tidak pernah di perbesar untuk menampung air hujan. Hingga kerap banjir. (Syafri)


© Copyright 2022 - JEJAKKASUSGROUP.CO.ID