Aceh Singkil | 01April 2026
Puluhan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Kemukiman Pemuka (Gemuka) mendatangi Kantor Bupati Aceh Singkil pada Rabu (01/04/2026) sore.
Kedatangan mereka bertujuan untuk melakukan mediasi terkait tuntutan penambahan daftar penerima bantuan korban banjir tahun 2025.
Massa terpantau sudah berada di lokasi sejak pukul 15.00 WIB. Namun, hingga pukul 16.00 WIB, belum ada pejabat daerah yang menemui mereka.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Bupati sedang berada di luar Kecamatan Singkil, sementara warga diminta untuk tetap menunggu di kantor bupati.
Koordinator Gemuka, Rasuludin, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk membatalkan data yang sudah ditetapkan pemerintah sebelumnya, melainkan meminta keadilan melalui penambahan kuota.
"Kami bukan membatalkan data yang sudah ada, namun kami mengajukan penambahan data.
Sebab di Aceh Singkil ini ada 11 Kecamatan, namun 7 kecamatan diantaranya terendam banjir termasuk wilayah kemukiman Pemuka 5 Desa terdampak banjir," ujar Rasuludin di sela-sela aksi menunggu tersebut.
Menurutnya, angka 605 Kepala Keluarga (KK) yang terdata saat ini belum mencakup seluruh realita warga terdampak di lapangan, khususnya di wilayah Kemukiman Pemuka.
Gemuka berharap pemerintah daerah segera merespons usulan ini mengingat luasnya cakupan wilayah yang terdampak bencana banjir tahun lalu tersebut.
Meski menunggu hampir mencapai 3 jam, akhirnya Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon.SH, bersama kepala SKPK instansi terkait terima peserta mediasi dari GEMUKA di ruangan rapat Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Singkil, pada pukul: 17: 15 WIB.
Narasumber: Rasulludin
Jurnalis: Rayali lingga Aceh Singkil


Social Header