Breaking News

Ambrolnya Talud Irigasi di Gondang Faktor Alam, Pelaksana Proyek Gerak Cepat Memperbaiki Kembali


SRAGEN –Terjawab sudah Teka-teki penyebab ambrolnya talud irigasi di jalur Gondang-Toyogo, Sambungmacan, mulai terungkap. Pihak pelaksana lapangan mengklaim bahwa kerusakan di tiga titik tersebut bukan disebabkan oleh buruknya kualitas material, melainkan akibat faktor alam cuaca ekstrem dan buruknya sistem drainase di sekitar lokasi proyek, akibat derasnya arus air hujan talud ambrol tak terhindarkan ,kini talud sudah diperbaiki kembali Sabtu ( 21/2/2026 )

Mandor proyek, Daffa, menjelaskan bahwa insiden ambrolnya talud terjadi pada Sabtu sore pekan lalu. Saat itu, wilayah Gondang diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi selama kurang lebih tiga jam, mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.

Menurut Daffa, air dari selokan sawah di sebelah proyek tidak berfungsi optimal, sehingga debit air melimpas ke jalan dan menghantam konstruksi talud yang baru saja berdiri. Airnya dari sawah dan selokan yang tidak jalan, langsung menerjang talud. Akibatnya talud diterjang banjir. 

"Tapi secara fisik, betonnya masih utuh seperti papan, tidak hancur lebur. Ini membuktikan kualitas campurannya sebenarnya bagus, kalau tidak bagus pasti sudah ambyar," ujar Daffa saat dikonfirmasi kemarin. 

Berbeda dengan estimasi awal warga, pihaknya menyebutkan bahwa titik kerusakan berjumlah tiga titik dengan total panjang mencapai kurang lebih 50 meter. Pihak pelaksana pun menepis tuduhan bahwa proyek ini dibiarkan rusak tanpa penanganan.

Meski sempat terkendala libur awal puasa, Daffa memastikan bahwa proses perbaikan (rekonstruksi) telah dilakukan sejak hari Minggu, sehari setelah kejadian. Hingga saat ini, pihak pekerja terus mengebut perbaikan agar saluran irigasi dapat kembali berfungsi normal. 

Masyarakat meminta pekerjaan proyek tersebut agar lebih kuat dan aman untuk jangka panjang. Maka perlu di perhatikan oleh pemkab apakah sudah sesuai perhitungan untuk jangka panjang. 
Jangan ada pekerjaan irigasi yang belum belum satu tahun sudah pada rusak. Bila perlu menggunakan yudit beton 80x80x120 yang K 400 mengapa tidak di gunakan. Agar semua irigasi terjamin kekuatannya sampai 5 tahun.

Dia mengklaim bahwa secara struktur utama, bagian yang ambrol sudah berhasil dipasang kembali. "Status Terkini Konstruksi fisik sudah berdiri kembali, Saat ini pekerja tinggal melakukan proses ngeban (pemberian lapisan semen halus/pelapis) di bagian atas talud. Dipastikan selesai dalam waktu dekat agar tidak terganggu jika hujan kembali turun.

Sebelumnya,diketahui  proyek ini merupakan bagian dari program Inpres Nomor 2 Tahun 2025." 

Jurnalis Wahono.
© Copyright 2022 - JEJAKKASUSGROUP.CO.ID