Breaking News

Warga Penggerebek Narkoba Dibacok Brutal, Kuasa Hukum: "Negara Tidak Boleh Kalah oleh Teror"


Bogor, 28 Desember 2025 —
Aksi keberanian warga melawan dugaan peredaran narkoba di Kampung Sukabakti, Desa Sukawening, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, berujung teror berdarah. Seorang warga, Riki Pranando, dibacok secara brutal oleh gerombolan orang tak dikenal pada Minggu dini hari (28/12/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.

Korban mengalami luka bacok serius di kepala, punggung, dan jempol kaki, setelah diserang oleh sekitar sembilan orang pelaku yang datang menggunakan tiga sepeda motor. Serangan dilakukan menggunakan senjata tajam jenis cerurit, menimbulkan ketakutan dan trauma mendalam di tengah warga.

Peristiwa ini diduga kuat merupakan aksi balasan atas keberanian korban dan warga lainnya yang sebelumnya menggagalkan dugaan transaksi narkoba di wilayah tersebut.

Berawal dari Penggerebekan Warga
Ketua RW 06 Desa Sukawening, Deni, mengungkapkan bahwa sebelum pembacokan terjadi, korban bersama beberapa warga tengah berjaga di kebun jagung dan memergoki dua orang tak dikenal yang diduga sedang mengambil barang terkait narkotika.

“Warga mengamankan lima paket yang diduga narkoba dan satu unit handphone. Rencananya akan diserahkan ke aparat pada pagi hari. Namun justru terjadi serangan brutal sebelum itu,” ujarnya.
Saat korban berjalan pulang bersama dua rekannya, jalan gelap Kampung Sukabakti berubah menjadi arena pembantaian. Para pelaku datang bergerombol, tanpa peringatan, langsung menyerang dengan senjata tajam.

Kuasa Hukum: Ini Teror, Bukan Sekadar Penganiayaan
Kuasa hukum korban, Bang Rusli Efendi, menyatakan bahwa kasus ini adalah tindakan teror terhadap warga yang berani melawan peredaran narkoba.
“Klien kami sudah resmi membuat Laporan Polisi Nomor: B/215/STPL/XII/2025/Sektor Dramaga, tertanggal 28 Desember 2025. Kami tegaskan: ini bukan penganiayaan biasa, ini teror dan intimidasi brutal,” tegas Rusli Efendi.

Ia menekankan bahwa serangan ini merupakan pesan kekerasan yang sangat berbahaya bagi masyarakat.
“Jika warga yang berani melaporkan dan menggagalkan narkoba justru dibacok, maka negara tidak boleh kalah oleh teror jalanan. Ini menyangkut nyawa, rasa aman, dan wibawa hukum,” lanjutnya.
Menurutnya, peristiwa ini adalah wajah kelam kejahatan narkoba yang menyerang langsung warga sipil.

Asta Cita Presiden RI ke-7 Dipertaruhkan
Rusli Efendi menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini adalah ujian nyata terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia ke-7, khususnya komitmen negara dalam penegakan hukum yang tegas, perlindungan rakyat, dan pemberantasan narkoba hingga ke akar.

“Jika kasus ini dibiarkan atau pelakunya tidak ditangkap, maka pesan yang sampai ke publik adalah: Melawan Narkoba berarti siap mati. Ini tidak boleh terjadi,” katanya dengan nada keras.

Polisi Telah Terima LP, Warga Tunggu Nyali Aparat

Pihak kepolisian telah menerima laporan dan mengamankan barang bukti. Saat ini Polsek Dramaga telah melakukan olah TKP dan pengembangan kasus.
Namun demikian, warga kini menunggu keberanian dan ketegasan aparat untuk membongkar pelaku pembacokan sekaligus mengungkap dugaan jaringan narkoba di baliknya.

“Kami akan mengawal kasus ini bersama media dan insan pers. Kami pastikan perkara ini tidak akan dikubur, tidak akan dilupakan,” tegas Rusli Efendi.
Teror Terhadap Warga, Alarm Bahaya untuk Semua
Kasus pembacokan ini menjadi alarm keras bahwa peredaran narkoba tidak hanya merusak generasi muda, tetapi telah berubah menjadi teror fisik terhadap warga sipil.

Masyarakat Kampung Sukabakti kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan, menunggu kehadiran negara untuk mengembalikan rasa aman dan keadilan.

Hingga berita ini disusun, pihak polsek dramaga maupun pihak kapolsek yang baru menjabat, belum memberikan klarifikasi resmi. Ruang hak jawab tetap terbuka.

Narasumber : Muhammad Rusli Efendi SH
© Copyright 2022 - JEJAKKASUSGROUP.CO.ID