Aceh Singkil Kamis 29 Januari 2026
Amarah warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, akhirnya memuncak. Jembatan desa yang sejak berbulan-bulan lalu rusak parah dan tak kunjung diperbaiki, kini memakan korban. Pada kamis pagi (29/01/2026), satu unit mobil tergelincir akibat kondisi jalan jembatan yang licin, tidak stabil, dan jauh dari kata layak.
Ironisnya, perbaikan jembatan ini sudah dialokasikan dana tanggap darurat, namun kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya: jembatan dibiarkan setengah rusak, ditopang secara darurat, tanpa pengamanan yang memadai. Warga menilai proyek ini seperti ditinggalkan tanpa tanggung jawab.
“Sudah berbulan-bulan kami teriak, kami sampaikan ke dinas terkait dan kontraktor. Tapi jawabannya hanya janji. Hari ini mobil jadi korban, besok entah nyawa siapa,” ujar warga dengan nada geram.
Salah Satu Warga Rahman Shafi'i juga menyoroti sikap dinas terkait dan pihak kontraktor yang saling menutupi dan tutup mata, seolah tak peduli dengan risiko yang setiap hari mengintai masyarakat. Padahal, jembatan tersebut merupakan akses vital warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan darurat.
Kondisi jembatan yang licin, tidak rata, dan minim pengamanan dinilai sangat berbahaya, terutama saat hujan atau arus lalu lintas padat. Insiden tergelincirnya mobil hari ini menjadi bukti nyata bahwa jembatan tersebut lebih mirip jebakan daripada fasilitas umum.
Warga Desa Suka Makmur Rahman Syafai'i dengan tegas meminta Bupati Aceh Singkil turun tangan langsung, menegur dan mengevaluasi kinerja dinas terkait serta kontraktor pelaksana. Mereka mendesak agar perbaikan dilakukan segera, serius, dan tuntas, bukan sekadar formalitas laporan.
“Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Jembatan ini bukan pajangan, ini urat nadi masyarakat,” tegas perwakilan warga.
Warga menegaskan akan terus menyuarakan persoalan ini sampai jembatan benar-benar aman dan dapat digunakan sepenuhnya.Tutup Rahman Syafai'i
Narasumber: Rahman Syafai'i
Jurnalis: Rayali lingga Aceh Singkil
Media Nasional: Jejak Kasus Group


Social Header