Breaking News

Jembatan Putus Tak Kunjung Layak, Warga Suka Makmur Murka: Dana Darurat Dipertanyakan, Kontraktor Dinilai Lepas Tangan


‎Aceh Singkil  | Senin 19 Januari 2025.
Kesabaran pemuda dan masyarakat Desa Suka Makmur, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, kian menipis. 

Jembatan desa yang putus pascabanjir hingga kini belum juga layak dilalui, meski dana tanggap darurat telah digelontorkan. Kondisi tersebut memicu kekecewaan mendalam dan kemarahan warga, yang menilai proyek penanganan jembatan sarat kelalaian dan minim tanggung jawab.
‎Jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat. Namun ironisnya, hingga berbulan-bulan pascabanjir, jembatan masih dalam kondisi memprihatinkan dan belum dapat dipastikan aman untuk dilalui. Warga mempertanyakan keseriusan PUPR Aceh Singkil dan komitmen kontraktor pelaksana dalam menjalankan tanggung jawabnya.
‎Masyarakat menilai, dana tanggap darurat yang telah diserahkan kepada pihak kontraktor tidak sebanding dengan kondisi di lapangan. Progres pekerjaan tidak jelas, kualitas dipertanyakan, dan keselamatan warga seolah diabaikan. Hingga kini, tidak ada kepastian waktu penyelesaian maupun penjelasan resmi yang menenangkan warga.
‎Rahman Syafi’i, yang telah mengonfirmasi langsung persoalan ini kepada dinas terkait, menyampaikan bahwa pihak dinas sebelumnya berjanji akan menindaklanjuti dan memanggil kontraktor pelaksana. Namun janji tersebut dinilai hanya sebatas pernyataan tanpa realisasi. Jembatan tetap terbengkalai, sementara warga terus menanggung dampaknya.
‎Kekecewaan warga semakin memuncak ketika dilakukan konfirmasi langsung kepada pihak kontraktor. Alih-alih menunjukkan itikad baik, kontraktor justru dinilai bersikap arogan, defensif, dan terkesan menggurui masyarakat dengan alasan teknis. Sikap tersebut memicu amarah warga yang merasa tidak dihargai sebagai pihak paling terdampak.
‎“Kami tidak butuh ceramah teknis. Kami hanya menuntut hak kami: jembatan yang aman dan bisa dilalui. Ini soal keselamatan, bukan proyek main-main,” tegas perwakilan warga.
‎Ironisnya, di tengah lambannya penanganan resmi, beberapa minggu terakhir warga justru terpaksa bergerak secara swadaya. Dengan tenaga dan dana sendiri, masyarakat bergotong royong memperbaiki timbunan tanah dan akses darurat agar kendaraan roda dua maupun roda empat masih bisa melintas. Fakta ini menjadi tamparan keras bagi pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

‎Atas kondisi tersebut, pemuda dan masyarakat Desa Suka Makmur mendesak PUPR Aceh Singkil dan instansi terkait untuk turun langsung ke lapangan, melakukan evaluasi menyeluruh, serta bersikap tegas terhadap kontraktor pelaksana. Warga bahkan meminta agar kontraktor yang dinilai lalai dan arogan diberikan sanksi tegas, termasuk pemutusan kontrak dan pem-blacklist-an, demi mencegah kejadian serupa terulang.
‎Masyarakat menegaskan, persoalan ini bukan sekadar soal proyek dan anggaran, melainkan menyangkut nyawa, akses ekonomi, pendidikan anak-anak, dan keberlangsungan hidup warga desa.

Narasumber: Rahman Syafai'i 

jurnalis Rayali lingga Aceh Singkil 
Media Nasional: Jejakkasus grup
© Copyright 2022 - JEJAKKASUSGROUP.CO.ID