Breaking News

Kisah Tua Fajar: Bertahan Hidup dari Dasar Laut Banda Aceh


Banda Aceh  | Rabu 31 Desember 2025
Di balik riak air laut Banda Aceh, tersimpan kisah perjuangan Tua Fajar, seorang warga asal Aceh Singkil yang telah menetap di Banda Aceh selama 13 tahun. 

Jauh dari kampung halaman, ia menggantungkan hidupnya dengan cara yang tidak mudah: mengambil tiram dengan menyelam, lalu menjualnya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Setiap hari, Tua Fajar turun ke laut dengan peralatan sederhana. Tanpa teknologi canggih dan perlindungan memadai, ia menyelam ke dasar perairan untuk mencari tiram yang menempel di batu-batu dan akar bakau.

Pekerjaan ini menuntut tenaga, ketahanan fisik, serta keberanian, karena risiko selalu mengintai—mulai dari arus laut yang kuat hingga bahaya luka akibat karang tajam.

“Kalau tidak ke laut, tidak ada yang bisa dijual,” ujar Tua Fajar singkat. 

Hasil dari menjual tiram itulah yang menjadi sumber penghidupan utamanya. Pendapatan yang diperoleh tidak menentu, bergantung pada cuaca, kondisi laut, dan jumlah tiram yang berhasil dikumpulkan.

Selama lebih dari satu dekade tinggal di Banda Aceh, Tua Fajar telah menyatu dengan kehidupan pesisir. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang tidak banyak mengeluh meski harus menghadapi keterbatasan. Bagi dirinya, laut bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang bertahan hidup.

Kisah Tua Fajar menjadi potret nyata perjuangan masyarakat kecil di pesisir Aceh—mereka yang mengandalkan alam dengan segala risikonya demi keberlangsungan hidup. 

Di tengah perkembangan kota dan perubahan zaman, masih ada tangan-tangan yang bekerja keras dari dasar laut, menjaga dapur tetap mengepul dengan cara yang penuh keberanian dan keteguhan.

Narasumber: FAJAR

jurnalis: Rayali lingga Aceh Singkil 

Media Nasional: Jejak Kasus Group
© Copyright 2022 - JEJAKKASUSGROUP.CO.ID